The Minimalist PDF Print E-mail
Written by http://www.freemagz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=336:the-minimalist&catid=45:gear-up&Itemid=83   
Wednesday, 13 May 2009 00:13
Honda BeATModifikasi dalam dunia otomotif memang selalu berkembang mengikuti trend yang sedang marak. Acuan trend yang sedang marak biasanya dipengaruhi oleh konsep yang ditawarkan oleh para modifikator. Seperti trend retro look atau low rider yang banyak diterapkan pada kendaraan roda dua bertransmisi matic di Indonesia. Modifikator lokal pun kini seolah menjadi raja di negeri sendiri dengan tawaran konsep baru dalam mempercantik tampilan motor. Dengan mengandalkan produk lokal dan tenaga kerja lokal, waktu dan biaya modifikasi dapat ditekan tanpa mengorbankan hasil akhir modifikasi.

Geba Leisure Parts salah satunya. Bengkel yang satu ini cukup sering melahirkan ide maupun konsep segar dalam jagat modifikasi nasional. Bengkel modifikasi yang berlokasi di Jalan Buah Batu nomor 32, Bandung ini kerap menghasilkan karya-karya yang dapat membuat pencinta kendaraan roda dua terpana. Ide orisinil yang tak terpikirkan sebelumnya seolah dengan mudah berhasil diterapkan oleh Geba dalam kendaraan garapannya.
Honda Beat buatan tahun 2009 berwarna orange milik Ardhi sang punggawa Geba Leisure Parts ini menjadi salah satu contoh yang cukup nyeleneh. Disebut nyeleneh karena Ardhi berusaha menggabungkan dua konsep yang sebenarnya bertolak belakang, namun akhir-akhir ini menjadi semacam trend di dunia otomotif, terutama motor, yaitu konsep retro modern. ”Gue bosan dengan tampilan low rider yang identik dengan ban lebar dan mesin dimundurin,” ungkap Ardhi membuka percakapan. Setelah memutar otak dan mencari ide untuk tampilan motor yang baru dibelinya, akhirnya ia memutuskan untuk memodifikasi motornya dengan konsep retro modern itu tadi. ”Banyak yang bilang gaya retro sudah out of date. Gue pingin menepis anggapan itu. Makanya gue bikin motor gue jadi kaya gini,” tambah pria berbadan kurus ini.

Modifikasinya sendiri boleh dibilang cukup minim dan tidak seheboh motor milik Ardhi sebelum-sebelumnya. Jika di beberapa motor miliknya dulu ia tega untuk memotong dan merubah sebagian besar tampilan body hingga cukup sulit untuk mengenali motor aslinya, di Honda Beat ini tampilan body motor nyaris dibiarkan apa adanya. ”Bentuk asli motor ini yang berkesan futuristis emang sengaja gue pertahankan untuk menjaga aura modern,” alasan Ardhi tentang tampilan body motornya. ”Modifikasinya gue fokusin di bagian kaki-kaki. Kalo orang-orang pake ban lebar hanya di bagian belakang, gue pake ban lebar di bagian depan dan belakang, hehe,” sebut Ardhi. Pelek hasil custom dengan diameter 12 inch dan lebar 4 inch yang dilengkapi dengan jari-jari banyak menghiasi bagian depan dan belakang. Pelek ini dibalut oleh ban berukuran 155/60 R12 yang aslinya merupakan ban mobil. ”Tapi gue lupa ban mobil apa, pokoknya belinya di toko ban mobil deh, hehe,” kekeh pria yang doyan memakai kaca mata ini. White wall custom produk Geba dipercaya mampu menguatkan kesan retro di sektor pelek dan ban.

Walaupun terlihat simpel, namun pemasangan kedua roda ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Untuk bagian depan misalnya. Ardhi harus mengubah segitiga depan menjadi lebih lebar. Begitu juga spakbor depan. ”Karena gue pingin tampilan motor tetap kelihatan standar, spakbor depan orisinil aja gue custom dengan cara gue lebarin. Menyesuaikan dengan lebar ban,” ungkapnya. Bagian belakang pun sempat mengalami kesulitan dan butuh trial and error. ”Awalnya sih ribet juga karena ban mentok sama shock breaker, spakbor, knalpot dan mesin. Belum lagi standar tengahnya juga jadi nggak bisa nopang motor. Akhirnya setelah beberapa kali coba dihitung dan dipikirin, dapat juga formula yang pas. Nggak mentok sana sini dan tetap nyaman dikendarai,hehe” ulas Ardhi sambil tersenyum.

Setelah dua buah ban lebar terpasang sempurna di motornya, Ardhi tinggal memaksimalkan tampilan dengan memasang berbagai macam aksesoris yang dirasa cocok dengan konsep modifikasi yang diusungnya. Windshield yang menjadi salah satu ciri khas gaya retro dan juga salah satu produk andalan Geba dipasang untuk mempermanis tampang depan. Spion milik motor KTM berbentuk kotak dengan tangkai panjang dipilih karena dirasa cocok dengan kontur body Honda Beat yang cenderung modern dengan dominasi garis tajam dan lancip.

Pindah ke bagian buritan, tak banyak aksesoris yang dipasang. Hanya satu set lampu sein milik Honda ST70 yang menggantikan fungsi lampu sein standar yang telah beralih fungsi menjadi lampu rem. ”Lampu belakang standarnya gue bikin jadi lampu rem semua. Mika lampu seinnya gue cat merah,” kata Ardhi. Last but not least, cover jok diganti dengan warna coklat. Lagi-lagi untuk memperkuat kesan retro di motor bertampang modern ini.
Kesan minimalis tampak mencuat dari Honda Beat berkonsep retro modern ini. Hal ini berbanding lurus dengan lama pengerjaan dan biaya modifikasi. Hanya perlu waktu 3 minggu dan biaya sekitar 5 juta rupiah saja untuk memodifikasi sebuah Honda Beat dalam keadaan standar menjadi tampil seperti motor yang tampak pada gambar. Kombinasi waktu dan biaya yang cukup menarik untuk sebuah hasil modifikasi berkesan minimal dengan tampilan maksimal.
Last Updated on Thursday, 25 June 2009 01:09
 
Advertising

kirim artikel

maticholic.com

Cyber Clothing

Katalog Sparepart BeAT

Katalog Sparepart BeAT

>> Download Disini <<

gototop